Kesepakatan Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas Sulit Menjadi Kenyataan

(VOVWORLD) - Prospek tentang satu gencatan senjata di Gaza menjadi tipis ketika pada Minggu (5 Mei), delegasi perunding dari Gerakan Islam Hamas mengulangi tuntutan menghentikan konflik untuk ditukar dengan pembebasan sandera, sedangkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan terus terang menolak hal ini.

Perundingan telah tidak mencapai kemajuan positif dan delegasi Gerakan Islam Hamas telah meninggalkan Kairo, Mesir, pada Minggu malam (5 Mei) setelah dua hari perundingan. Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bersedia menghentikan untuk sementara baku tembak di Jalur Gaza untuk menjamin pembebasan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas, tetapi menolak penghentian sepenuhnya konflik, menganggap bahwa hal ini terus menimbulkan ancaman terhadap Israel.

Tanpa memedulikan upaya diplomasi ulang alik selama berbulan-bulan, para perantara tidak bisa membantu mencapai satu kesepakatan gencatan senjata baru, ketika kedua pihak masih mengeluarkan tuntutan-tuntutan yang saling bertentangan dan saling melemparkan kesalahan atas kemacetan perundingan-perundingan.

Komentar

Yang lain